saco-indonesia.com, Untuk yang kesekian kalinya, pasangan Arief-Syahrudin, batal dilantik untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota Tangerang. Kejadian ini telah menunjukkan, buruknya pemerintahan Banten di tangan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

"Dengan tidak dilantiknya wali kota Tangerang hari ini, saya telah menilai pemerintahan di Banten memburuk. Saya mau cari tahu ini ada apa, saya akan panggil orang pemerintahan," ujar Anggota DPRD Banten Komisi I (membidangi pemerintahan), Agus Wisas, kepada wartawan, Rabu (18/12).

Politikus PDIP ini telah menilai persoalan ini cukup serius. Jika tak segera diselesaikan, ditakutkan kembali terulang.

"Ini persoalan serius, persoalan Kota Tanggerang, jangan dianggap sepele," tambahnya.

Agus juga mengaku kecewa dengan kejadian ini. Perilaku Atut dinilainya sebagai sikap tak menghargai DPRD.

"Saya juga mengingatkan kepada gubernur agar menghargai keputusan yang telah diambil oleh lembaga setingkat DPRD, ini hasil banmus loh," tegas Agus.


Editor : Dian Sukmawati

ATUT TAK BECUS PIMPIN BANTEN
Frontline  An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.
Frontline

Frontline An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.

The program traces the outbreak to its origin, thought to be a tree full of bats in Guinea.

Review: ‘9-Man’ Is More Than a Game for Chinese-Americans

A variation of volleyball with nine men on each side is profiled Tuesday night on the World Channel in an absorbing documentary called “9-Man.”

Television

‘Hard Earned’ Documents the Plight of the Working Poor

“Hard Earned,” an Al Jazeera America series, follows five working-class families scrambling to stay ahead on limited incomes.

Review: ‘Frontline’ Looks at Missteps During the Ebola Outbreak

Artikel lainnya »