jasa instalasi listrik, pemasangan baru, jasa instalasi listrik per titik, instalasi listrik per titik, harga pemasangan instalasi listrik per titik, harga pasang instalasi listrik

Salah satu peluang usaha yang lagi trend adalah Peluang usaha bisnis balon dekorasi. Semakin banyak orang yang membuat pesta di negeri ini, maka semakin banyak pula pintu rejeki bagi pengusaha balon dekorasi.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia mendorong banyaknya di selengggarakan acara acara pesta seperti acar ulang tahun, reoni, presmian dan sebagainya. Nah seiring dengan meningkatnya penyelenggara acara2 pesta maka semakin terbuka pula peluang usaha bisnis balon dekorasi ini.

Pada umumnya konsumen lebih suka memakai jasa dari pengusaha balon dekorasi sebab lebih praktis dan tampilannya juga lebih cantik daripada bikin sendiri. Acara acara pesta sering memakai jasa balon dekorasi ini seperti acara pernikahan, ulang tahun, atau acara komunitas tertentu seperti acara peluncuruan produk terbaru, peresmian kantor baru, atau acara ulang tahun suatu perusahaan.

Biasanya dekorasi yang sering di lihat adalah dekorasi hiasan bunga, namun sekarang banyak yang menambah hiasan hiasan rangkaian aneka balon sebab akan lebih menarik dan rame apalagi jika di tambah dengan hiasan yang lain seperti penghias dinding, plafon ruangan dan sebagainya.

Peluang Usaha Bisnis Balon DekorasiTampilan hiasan balon dekorasi tidak kalah menarik dengan hiasan dekorasi bunga, harganya juga bisa lebih ringan dan konsumen bisa memesan balon dengan berbagai bentuk. Keunggulan lain yang ada pada balon dekorasi adalah balon dekorasi juga bisa di gunakan untuk promosi produk.

Balon promosi umumnya berbeda dengan balon dekorasi, balon promosi ukurannya lebih besar daripada balon dekorasi. Balon promosi juga biasanya tersedia dalam berbagai bentuk seperti bentuk kotak, bentuk oval atau bentuk bentuk sesuai pesanan yang lain.

Di kota-kota besar peluang usaha balon dekorasi ini sangat terbuka khususnya di kota-kota besar yang berada di luar pulau jawa. Tingginya daya beli masyarkat luar pulau jawa mendorong banyaknya didirikan  kantor-kantor baru. Ini tentu sangat menguntungkan bagi pengusaha balon dekorasi.

Faktor lain yang membuat usaha balon dekorasi memiliki prospek bisnis yang bagus adalah meningkatnya jumlah orang yang berduit di negeri ini, dan orang berduit biasanya sering mengadakan acara-acara tertentu yang membutuhkan jasa dekorasi termasuk juga balon dekorasi. Selain itu, budaya merayakan hari ulang tahun masih sangat kental di beberapa daerah di Indonesia.

Para pelaku usaha balon dekorasi biasanya juga menyediakan balon-balon mainan, sebab biasanya dalam suatu pesta yang di selenggarakan oleh perorangan, para tamu sering membawa keluarganya yang termasuk juga anak2 anaknya. Nah, balaon mainan anak-anak sangat pentingn peranannya dalam acara seperti ini. Semakin komplit perlengkapan balon dekorasi yang tersedia, maka semakin besar pula omzet yang akan di dapat.

Usaha balo dekorasi bisa di jalankan dengan skala besar atau skala kecil / usaha modal kecil. Usaha balon dekorasi skala besar biasanya modalnya bisa mencapai ratusan juta Rupiah, namun untuk usaha balon dekorasi skala kecil, Modal kurang dari Rp. 50.000.000 ( lima puluh juta ) pun sudah bisa di jalankan.

Peluang Usaha Bisnis Balon DekorasiUntuk memudahkan konsumen memilih jasa dekorasi, biasanya pemain bisnis ini mengemas jasanya dalam beberapa paket. Balon Indonesia, misalnya, menyiapkan paket sederhana yang terdiri dari dekorasi satu kreasi gapura balon, 10 kreasi bunga, serta 10 kreasi balon lampion. Kedua, paket standar bertarif Rp 1.950.000 dengan fasilitas dua dekorasi balon berdiri, balon satuan dengan luas hiasan delapan meter persegi (m²).

Terakhir, paket meriah dengan harga Rp 2,8 juta hingga Rp 5 juta. Di paket ini, patokan harga bergantung pada tingkat kerumitan dan banyaknya balon. “Namun, biasanya, paket meriah terdiri dari empat dekorasi balon berdiri (standing) satu gapura, satu balon karakter, 20 balon kreasi lampion dan kreasi bunga dengan luas hiasan hingga 20 m²,” jelas Dwi.

Tak jauh berbeda dengan Balon Indonesia, Fimas Balon juga mengemas jasanya dalam dua paket. Pertama, paket sederhana berharga Rp 1,5 juta dengan luas 2,5 x 2 m². Kedua, paket meriah yang harganya disesuaikan dengan permintaan. “Yang pasti luasan ruang yang dihias lebih dari 2,5 x 2 m²,” tambah Ari Setiawan, pemilik Fimas Balon. Dalam sebulan, Ari mampu menangani hingga sepuluh paket balon dekorasi.

Untuk Memulai, Jadilah Agen Balon Dekorasi Terlebih Dahulu

Dengan menjadi nagen terlebih dahulu, maka anda akan tahu dengan pasti berapa besarnya modal yang di perlukan untuk membeli perlengkapan perlengkapannya seperti membeli mesin jahit balon, alat stok gas, pompa angin dan lain-lain.

Untuk bisa menjadi agen tentu anda harus memiliki relasi dengan pemilik ketiga perlengkapan tersebut, sekaligus pemasok karet untuk bahan balon. Setelah mahir di bidang agen, selanjutnya anda bisa beranjak ke tahap berikutnya yaitu tahap promosi agar mendapatkan klien yang banyak. Promosi yang baik saat ini adalah promosi melalui internet misalnya dengan membuat website atau lewat jejaring sosial seperti facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya.

Pada saat mulai berdiri anda bisa menjalin kerja sama dengan pemain-pemain besar dengan  tujuan agar mendapatkan order. Saat mulai membuka usaha balon dekorasi ini, anda juga tidak perlu merekrut banyak karyawan, cukup merekrut karyawan yang sangat di butuhkan saja, selebihnya bisa anda kerjakan sendiri.

Bahan baku balon dekorasi ini adalah karet balon yang banyak dijual pemasok (supplier) karet atau lateks balon lokal. Carilah lateks balon dalam berbagai warna dan ukuran. Harganya berkisar Rp 500 hingga  Rp 1.000 per lembar. Pembentukan dan pencantuman tulisan di balon, biasanya kita lakukan sendiri, karena baru bisa diputuskan setelah bertemu klien.

DEKORASI BALON PROMOSI

From sea to shining sea, or at least from one side of the Hudson to the other, politicians you have barely heard of are being accused of wrongdoing. There were so many court proceedings involving public officials on Monday that it was hard to keep up.

In Newark, two underlings of Gov. Chris Christie were arraigned on charges that they were in on the truly deranged plot to block traffic leading onto the George Washington Bridge.

Ten miles away, in Lower Manhattan, Dean G. Skelos, the leader of the New York State Senate, and his son, Adam B. Skelos, were arrested by the Federal Bureau of Investigation on accusations of far more conventional political larceny, involving a job with a sewer company for the son and commissions on title insurance and bond work.

The younger man managed to receive a 150 percent pay increase from the sewer company even though, as he said on tape, he “literally knew nothing about water or, you know, any of that stuff,” according to a criminal complaint the United States attorney’s office filed.

The success of Adam Skelos, 32, was attributed by prosecutors to his father’s influence as the leader of the Senate and as a potentate among state Republicans. The indictment can also be read as one of those unfailingly sad tales of a father who cannot stop indulging a grown son. The senator himself is not alleged to have profited from the schemes, except by being relieved of the burden of underwriting Adam.

The bridge traffic caper is its own species of crazy; what distinguishes the charges against the two Skeloses is the apparent absence of a survival instinct. It is one thing not to know anything about water or that stuff. More remarkable, if true, is the fact that the sewer machinations continued even after the former New York Assembly speaker, Sheldon Silver, was charged in January with taking bribes disguised as fees.

It was by then common gossip in political and news media circles that Senator Skelos, a Republican, the counterpart in the Senate to Mr. Silver, a Democrat, in the Assembly, could be next in line for the criminal dock. “Stay tuned,” the United States attorney, Preet Bharara said, leaving not much to the imagination.

Even though the cat had been unmistakably belled, Skelos father and son continued to talk about how to advance the interests of the sewer company, though the son did begin to use a burner cellphone, the kind people pay for in cash, with no traceable contracts.

That was indeed prudent, as prosecutors had been wiretapping the cellphones of both men. But it would seem that the burner was of limited value, because by then the prosecutors had managed to secure the help of a business executive who agreed to record calls with the Skeloses. It would further seem that the business executive was more attentive to the perils of pending investigations than the politician.

Through the end of the New York State budget negotiations in March, the hopes of the younger Skelos rested on his father’s ability to devise legislation that would benefit the sewer company. That did not pan out. But Senator Skelos did boast that he had haggled with Gov. Andrew M. Cuomo, a Democrat, in a successful effort to raise a $150 million allocation for Long Island to $550 million, for what the budget called “transformative economic development projects.” It included money for the kind of work done by the sewer company.

The lawyer for Adam Skelos said he was not guilty and would win in court. Senator Skelos issued a ringing declaration that he was unequivocally innocent.

THIS was also the approach taken in New Jersey by Bill Baroni, a man of great presence and eloquence who stopped outside the federal courthouse to note that he had taken risks as a Republican by bucking his party to support paid family leave, medical marijuana and marriage equality. “I would never risk my career, my job, my reputation for something like this,” Mr. Baroni said. “I am an innocent man.”

The lawyer for his co-defendant, Bridget Anne Kelly, the former deputy chief of staff to Mr. Christie, a Republican, said that she would strongly rebut the charges.

Perhaps they had nothing to do with the lane closings. But neither Mr. Baroni nor Ms. Kelly addressed the question of why they did not return repeated calls from the mayor of Fort Lee, N.J., begging them to stop the traffic tie-ups, over three days.

That silence was a low moment. But perhaps New York hit bottom faster. Senator Skelos, the prosecutors charged, arranged to meet Long Island politicians at the wake of Wenjian Liu, a New York City police officer shot dead in December, to press for payments to the company employing his son.

Sometimes it seems as though for some people, the only thing to be ashamed of is shame itself.

Finding Scandal in New York and New Jersey, but No Shame

Artikel lainnya »